Arya dan Kinan sudah berganti baju khusus untuk pasien. Pagi ini, jadwal operasi Kinan akan dilaksanakan dan Arya mengatakan jika ia ingin ikut masuk ke dalam ruang operasi. Dia ingin mendampingi istrinya itu. Lampu operasi sudah dinyalakan. Arya tadi bahkan sampai memejamkan mata ketika Kinan diberi suntik bius di punggungnya. Pria itu bisa melihat ringisan kesakitan dari wajah ayu sang istri. Tapi, tak ada keluhan sakit atau apa dari wanita itu. Duduk di samping kanan kepala Kinan. Arya terus mengusap kening istrinya yang cantik. Sambil berdoa dalam hati untuk keselamatan istri dan calon bayinya. Arya berjanji, setelah ini dia tidak akan memaksa Kinan untuk hamil lagi. Arya tidak mau Kinan merasakan kesakitan seperti ini lagi. "Oek... Oek...." Suara tangis itu terdengar sangat kencan

