Terhitung sudah enam bulan Gibran ikut tinggal di kediaman Arya. Anak itu sudah mulai terbiasa tanpa Lila di sampingnya dan sudah mau bermain dengan Ara dan Kinan. Sudah beberapa kali juga dia ikut tidur bersama di kamar utama. Arya dan Kinan tidak pernah membeda-bedakan antara Ara dan Gibran. Gibran juga sudah dibuatkan kamar sendiri di samping kamar Ara. Mereka sudah menganggap Gibran seperti anak mereka sendiri. Atau mungkin hanya Kinan yang bersikap seperti itu karena sejujurnya Arya masih belum merubuhkan benteng jarak dengan Gibran. Meski memang tak begitu kentara. "Mas." panggil Kinan setelah ia masuk ke ruang kerja Arya. Jam telah menunjuk angka setengah sebelas malam dan suaminya itu belum keluar dari tempat pertapaannya sejak usai makan malam tadi. Ada proyek kerjasama baru deng

