Epilog 8 Tahun Apta

1652 Kata

Pagi hari di bulan April 2028, pagi pertama disambut wajah polos di depan mata, pagi pertama merasakan pegal di tangan karena semalaman digenggam tanpa dilepaskan, seolah-olah takut kehilangan. Adik manis yang kini mempunyai panggilan kesayangan.  Aku tersenyum, terbayang masa lalu, terajut masa depan. “Orang tidur dilihatin mulu,” katanya dengan suara parau, mata tertutup dan tangan yang lagi-lagi menggenggam tanganku. “Udah azan belum? Mau ke masjid nih.” Menyentuh pipinya. “Ya ndak usah nunggu azan, Mas. Kenapa nggak Mas aja yang azan?” “Oh oke!” celetuknya langsung bangun, membuatku kaget sendiri dengan gerakannya. “Harus ya sesemangat itu?” “He he he.” Gambaran pagiku nanti akan seperti itu, hari pertama, kedua, ketiga, keempat atau seribu tahun lamanya semoga selalu meningkat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN