Lamaran telah dilangsungkan dan jujur saja tidak ingin kuberitakan. Bukan sebab cara meminta Apta yang biasa. Tapi, rasanya tidak baik jika akhirnya hanya menjadi perbandingan cara Apta dan Mas Gayuh melamarku. Dan, beberapa media juga sudah memberitakan perihal lamaranku. Yang Apta katakan hari itu hanya. “Saya jauh lebih sederhana dari siapapun yang pernah atau ingin memintamu, tapi perasaan dari Tuhan selalu tidak sederhana. Denganmu saya mempercayai fitrah Tuhan yang tanpa syarat apapun. Jatuh cinta tanpa pernah sadar perbedaan usia, menunggu tanpa pernah bosan, mencintai tanpa pernah merebut milik orang lain. Kerena sejatinya, Tuhan telah takdirkan engkau jauh sebelum saya jatuh cinta.” Manis bukan? Bagiku iya, tidak tahu bagi kalian bagaimana. Tapi bukan berarti aku mudah begitu sa

