78. Kejutan

1001 Kata

"Bangun, Mas. Udah sore." "Hah!" Shaka langsung bangkit dan duduk di kursi. "Astaghfirullah ... kaget." "Mas kenapa tidur di sini?" "Pintu kamarnya kamu kunci," jawab Shaka lalu menyadari sesuatu. "Kamu ... udah gak marah lagi sama mas?" Aneska menggeleng. Nyatanya ia tidak cukup tega untuk marah terlalu lama. Lagi pula benar kata suami, keinginannya itu terlalu beresiko. "Makasih, Sayang. Mas minta maaf." Wanita itu mengangguk sebagai jawaban. "Mas mandi dulu aja. Airnya udah aku siapin." Shaka mengangguk. "Makasih, sayang. Mas mandi dulu." Aneska mengangguk. Sejenak duduk sambil menatap punggung suami yang akhirnya menghilang di balik pintu kamar. Dihelanya napas panjang lalu beranjak menuju dapur. *** "Ada apa sih, Mas? Harus banget, ya, matanya di tutup?" "Harus dong. Namany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN