77. Semakin di Luar Nalar

1002 Kata

Shaka melangkah ragu menuju kamar mandi. Ingin memastikan bahwa sekarang baunya tak semenyengat tadi. "Kalau masih tetap bau, kita pulang aja, ya, Sayang?!'' "Iya, Mas," sahut Aneska yang duduk mengawasi dari jauh. Pria itu membuka pintu perlahan dengan sebelah tangan menutupi hidung. "Kalau hidungnya ditutup kayak gitu, gimana mau mau kucium, Mas?!'' gemas Aneska. "Iya. Ini juga buka hidung tapi pelan-pelan dong, Sayang," balas Shaka yang sedikit demi sedikit melonggarkan cubitan pada bingung hingga akhirnya terlepas. Beberapa kali mengendus-endus. "Alhamdulillah aman, Sayang." Bersyukur pada akhirnya bisa membersihkan diri tanpa terganggu bau yang membuat perutnya meronta. *** "Mas, kita ke kebun binatang, yuk!" ajak Aneka saat ia dan suami baru saja tiba di rumah setelah dua mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN