84. Titik Terang

1013 Kata

Meski panik, Aneska mencoba untuk tetap tenang agar otaknya bisa berpikir. Dengan cepat ia mengambil ponsel dan kembali memasukkannya ke dalam saku agar tidak diketahui. Karena benda itu sangat ia butuhkan sekarang. Walaupun belum tahu apakah ia benar-benar dicullik atau tidak, ia tetap harus antisipasi untuk kemungkinan terburruk. Setalah itu ia mengembalikan kabel pengisi daya ke tempat semula. "Ini kenapa pintunya kamu kunci?" "Maaf, Bos. Saya pengen ke kamar mandi tadi makanya saya kunci dulu." Terdengar suara perempuan dan laki-laki dari balik pintu. Aneska segera membuka selot lalu berpikir apa yang harus ia lakukan hingga melihat sebuah pintu lain di sana. "Itu pintu apa, ya?" Gegas ia dekati dan membukanya. Ternyata itu kamar mandi. Ia baru menyadari keberadaannya. Dengan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN