85. Tidak Waras

1006 Kata

Shaka menurut dan mengikuti meski bingung untuk apa Damar mengajaknya masuk ke rumah yang berada di seberang tempat istrinya berada. Bukankah harusnya mereka masuk ke rumah seberang untuk menyelamatkan istrinya? "Kenapa kita malah ke sini?" tanya Shaka yang kesal melihat temannya malah sibuk dengan ponselnya. "Kamu lihat rumah ini dijual," sahut Damar. "Urusannya apa, Damar? Memangnya kamu mau beli rumah baru? Kita ke sini bukan buat itu!" kesal Shaka, rasanya ingin ia telan hidup-hidup pria itu. Damar menjitak kepala temannya. "Bisa pelankan suara kamu? Jangan bikin mereka curiga! Kamu gak lihat rumah itu dijaga" ujarnya tak kalah kesal. Damar langsung menahan pipi sang teman yang hendak menoleh ke arah rumah seberang. "Jangan noleh juga! Oneng bener kamu kalau lagi galau!" "Cuma b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN