"Ada apa lagi, Ikbal?" tanya Imelda sembari menatap tidak suka pada orang di depannya. "Kenapa keponakan saya masih ada di rumah?" tanya balik Ikbal. "Saya gak mau berurusan sama dia," sahut Imelda. Ikbal mengernyit. "Memangnya ada apa dengan dia sampai Mami bicara seperti itu?" "Pokoknya, saya gak mau ada urusan sama dia lagi!" tegas Imelda. Lebih tepatnya tidak ingin berurusan dengan Shaka yang sudah memberinya peringatan keras. Ikbal menatap penasaran. Tetapi tidak berani bertanya. "Baiklah. Kalau mami tidak mau menerima keponakan saya yang kemarin, saya masih ada satu keponakan lagi. Tak kalah cantik. Lebih muda dari Aneska." Imelda yang sedang duduk di kursi kerja sambil mengangkat sebelah kaki dan meletakkannya di kaki lain, menatap antusias lalu menarik kursi berrodanya hingga

