34. Berdebat

1106 Kata

Shaka menyambut uluran tangan Ibra yang mengajaknya bersalaman. Sementara tangan kiri masih menggenggam erat tangan istri di bawah meja. Siapa suruh mulai lebih dahulu. Ia manfaatkan saja. Aneska yang awalnya terus berusaha menarik tangan dari genggaman suami, akhirnya menyerah. Tunggu sampai pria itu tengah baru ia bisa melepaskan diri. "Ayo, silakan. Ngobrolnya sambil minum," ujar Ratih. "Tante tau aja makanan kesukaan aku dan Anes," ujar Ibra, tersenyum melihat bolu ketan hitam yang ada di atas meja. Ratih terkekeh. "Tante sengaja bikin buat kamu. Tante tahu kamu bakal ke sini lagi." "Makasih, Tante. Maaf jadi ngerepotin Tante." "Gak apa-apa. Tante juga sekalian mau bikin buat Anes. Tadinya mau dianterin ke sana. Eh ternyata malah datang. Tau aja kalau ibunya bikin kue kesukaan,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN