-Kaira- 'Itu si Rayi kenapa ya? Tiba-tiba minta maaf, padahal biasanya juga jutek kayak mau nelen orang.' Kaira membatin sambil duduk anteng di jok belakang ojek online-nya. Dia tidak habis pikir dengan sikap Rayi yang baginya aneh bin ajaib. Pria itu seperti berkepribadian ganda. Kadang baik hati, begitu baik sampai memberinya dua ratus ribu rupiah saat belum kenal sama sekali dengan Kaira. Pria itu juga yang mengantarkannya ke rumah sakit saat pingsan di kantor. Tapi kalau sedang mode menjengkelkan, pria itu bagai ular berbisa. Siap mematuk Kaira dengan ucapannya yang penuh racun. "Minta maaf padahal beberapa hari yang lalu dia ngatain aku janda genit, idih!" Kaira mendumel. Walau sebenarnya Rayi tidak benar-benar bicara begitu padanya, tapi itulah yang terdengar di telinga Kaira y

