Chapter 34: Murka

1680 Kata

-Kaira- “Kamu kok diam aja dari tadi, Kai?” tanya Tara sore itu. Kaira memang masih shock sampai-sampai tak bisa bersuara sejak tahu bahwa vitamin kandungan yang selama ini dia minum ternyata bukanlah vitamin kandungan. Melainkan obat pelancar haid, yang bila diminum ibu hamil menjadi peluruh janin. Rasanya perut Kaira sakit mengetahui ini. Tiga kali dia dikuret, masih ingat dia rasanya seperti baru terjadi kemarin. Ia bahkan trauma hamil lagi karena itu, dan sekarang dia tahu bahwa itu semua kesengajaan dari Ibu mertuanya? “Kepikiran sesuatu, Kai?” Tara bertanya lagi. Kaira tersentak. “Eh, begitulah Kak.” “Mikir apa? Mau cerita?” Wanita itu benar-benar peduli padanya. Kaira jadi terharu. “Ng, nggak apa-apa kok Kak.” Akhirnya Kaira berkata. “Perut Kak Tara bagaimana? Masih sakit?” “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN