Chapter 33: Dibohongi

1219 Kata

-Kaira- Sabtu yang padat peristiwa itu Kaira lewati dengan menyenangkan, semua karena ada Rayi di sisinya. Pria itu amat sangat membantunya di depan Ilman, dan Kaira yang sempat galau pun sekarang menjadi lebih ceria. Senin tiba, Kaira bersiap pergi ke kantor menggunakan motornya saat lagi-lagi berpapasan dengan Rayi di depan asrama. “Pagi, Pak Rayi!” sapa Kaira antusias. Pria itu membalas senyumnya. “Hai. Mau berangkat?” “Iya Pak.” “Mau bareng nggak naik mobil saya?” “Nggak usah Pak, saya pake motor aja.” Kaira menunjuk motor scoopy baru tapi sekennya itu. Rayi mengacungkan satu jempol. “Oke deh. Hati-hati.” “Iya, duluan Pak.” Baru berapa langkah, Kaira sudah memutar lagi. “Bapak?” “Kenapa Kai?” “Sudah sarapan belum?” “Belum.” Lelaki itu menggeleng. “Sarapan di kantin kantor r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN