Chapter 31: Kalah Telak

1210 Kata

-Ilman- Berbohong seperti ini jelas tidak masuk rencana Ilman Purwoto. Riskan memang, namun dia rasa ini perlu dilakukan agar Kaira tidak lagi seberani sebelumnya. Katakanlah dia picik karena sudah menceraikan Kaira tapi tidak mau melihatnya bahagia. Bisa jadi karena dia cemburu, bisa juga karena dia jengkel melihat perempuan itu bersama orang lain. Ilman mungkin tidak akan melakukan ini seandainya Kaira masih seperti dulu, cengeng dan lemah. Tapi melihat Kaira yang acuh tak acuh seperti barusan membuatnya panas. Seharusnya Kaira masih menangis, memohon agar mereka rujuk. Bukan malah menjutekinya hanya karena merasa sudah pacaran dengan orang yang lebih baik. “Apa?” Kedua alis Rayi terangkat. Mereka kini berdiri di luar restoran, di dekat parkiran yang tak jauh dari tempat mesin kasir.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN