Pagi-pagi sekali, Ester bangun tanpa busana. Di sebelahnya ada Raka yang juga tanpa busana, bergelung di bawah selimut yang menutupi tubuh mereka berdua. Diam-diam Ester memperhatikan wajah Raka, lalu ia teringat perjuangan mereka membesarkan Kayra dan Yumna. Tahun demi tahun mereka lalui, tak terasa Yumna sudah berusia hampir sembilan belas tahun. Waktu yang tidak bisa dikatakan singkat. Bertahan dalam pernikahan selama hampir dua puluh tahun bukan perkara mudah, ada banyak suka dan duka yang mereka lalui bersama. Tertawa, menangis, bahkan terluka pun bersama. Semua keindahan itu lenyap begitu saja, nyaris bercerai. Sebenarnya mereka sudah bercerai sebagai suami istri, tapi tidak pernah bercerai sebagai orangtua. Ester cepat-cepat mengabaikan pikirannya, ia ingat kalau Raka masih suka ti

