Keesokkan harinya, Tasha turun ke bawah dengan mengenakan seragam sekolah dan di tangannya membawa helm milik Sky. Gadis itu menyapa ayahnya Tommy yang sudah duduk menunggu kedatangannya. "Selamat pagi, Yah." sapanya mencium pipi ayahnya sayang. "Pagi, sayang." balas pria paruh baya itu tak kalah sayang seraya mencium pipi Tasha putrinya. "Kamu kenapa bawa-bawa helm, Nak?" kekeh beliau melihat tingkah putrinya yang membawa helm ke meja makan. Tasha tersenyum malu, lalu meletakkan helm milik Sky di kursi samping tempat duduknya. "Ini helm punya teman Tasha, Yah. Kemarin kebawa sama Tasha." Tommy manggut-manggut ber-oh ria mengerti. "Begitu, jangan lupa di kembalikan ya." "Baik, Yah." Tak lama, derap langkah derap kaki mendekat membuat Tasha hanya melirik sekilas siluet Tashi a

