Bintang tampak banyak bermunculan di langit malam itu, namun Tasha memilih berdiam diri di dalam kamarnya setelah selesai makan malam. Masih dengan suasana kesal, saat makan malam pun tadi Tashi adik tirinya itu menatap Tasha sebal. Dan Tasha mencoba mengabaikannya. "Bahkan anak manja itu tidak ada niat sedikitpun meminta maaf." Gumam Tasha mencibir sikap Tashi kepadanya. Ponsel Tasha berdering, gadis itu berjalan kearah tempat tidur dan duduk di tepian ranjang. Nama ayahnya tertera di layar, menarik napas panjang, Tasha berusaha agar ayahnya tak curiga dan khawatir dengan masalah sepele yang ada di rumah sekarang. "Sayang." "Malam, Ayah." Sahut Tasha dengan seulas senyum tipis terbit di wajah cantiknya. "Malam, Nak. Kamu belum tidur?" Menggeleng, Tasha pun membalas. "Belum, Yah

