"MAMA NGGAK BERHAK LARANG AKU." Teriakan Tasha berhasil membuat Shinta berbalik badan dengan raut tak percaya saat mendengar anak tirinya berteriak kencang untuk pertama kalinya. Sedangkan, Tasha sudah berdiri dari duduknya memandang wanita paruh baya beberapa meter darinya kesal. "Kamu sudah berani melawan ya?" Ejek Shinta berjalan mendekat lagi kearah gadis itu. Tasha diam tak menjawab. "JAWAB MAMA SEKARANG KAMU SUDAH MULAI BERANI HAH? SIAPA YANG NGAJARIN KAMU JADI ANAK PEMBANGKANG HAH? KAMU MAU JADI ANAK KURANG AJAR, IYA?" "Mama yang kenapa? Mama masih marah, Mama masih kesal karena masalah Tashi kemarin. Makanya, sikap Mama kaya gini ke Tasha sekarang?" "Tasha, Mama melarang kamu karena kamu anak perempuan tidak boleh keluar tanpa orangtua kamu tau kamu pergi sama siapa? Keman

