Bangunan di depannya membuat Tasha mendesah berat, saat dirinya hanya bisa berdiri diam menatap lurus ke depan dari area parkir studio milik Sky tersebut.
Ya.
Tasha akhirnya mengalah dan memilih keluar dari studio itu setelah Sky menuduhnya datang ke sana atas perintah Dipo.
Dan satu hal yang baru ia ketahui jika hubungan Dipo dan Sky tidak baik. Tampaknya ada perselisihan yang pernah terjadi membuat keduanya jadi bermusuhan.
"Padahal aku mau bisa lebih dekat sama kamu, Sky." Gumamnya mendesah pelan bingung.
Membayangkan jika Sky jadi tidak suka kepadanya saja membuat Tasha tak tenang sekarang. Dirinya tidak mau jika sampai satu-satunya pemuda yang Tasha tahu bisa membantunya di kehidupan ini kini juga ikut menjauhinya.
Tidak boleh, aku nggak boleh bikin Sky marah.
Pasrah, akhirnya Tasha hanya bisa pulang tanpa bisa mengobrol lebih lama dan mengenal Sky lebih jauh.
Sementara, dari balik tirai, mata tajam Sky memicing terus mengawasi keluar ketika punggung gadis itu perlahan mulai menghilang dan pergi meninggalkan area studip photonya.
"Masih ada, Bro?" Sky menoleh, lalu menggeleng kecil saat pertanyaan sahabatnya terlontar.
"Edan emang ya si Dipo, ngapain dia pakai acara suruh ceweknya kesini. Kalau ketemu gue hajar juga tuh cowok." lamjut Juan lagi kesal.
"Jangan, biarin aja." Juan melotot mendengar perkataan Sky barusan.
Enak saja. Pikir Juan ketika Sky memintanya tidak memberi peringatan sama Dipo. Padahal bisa aja cewek itu memang sedang di suruh si upil kuda, Dipo.
"Nggak mau gue, Bro. Itu cowok emang belum puas kayanya cari masalah sama gue. Dasar sialan." Geramnya menolak.
Sky menghela napas lelah.
"Gue nggak masalah kalau kita tegur Dipo. Tapi gimana kalau setelah kita tegur itu cowok, terus dia main kasar sama cewek tadi. Menurut elo gimana? Gue nggak mau kalau nanti ada korban cuma gara-gara hal sepele. Jadi kayanya lebih baik kita diam aja, simpan semua sendiri-sendiri." Ujarnya penuh pertimbangan menjelaskan.
Ya.
Jujur, Sky tidak tahu apakah gadis yang baru saja bilang jika namanya itu adalah Tasha tersebut, benar-benar murni datang sendiri atau memang atas suruhan Dipo. Sky pun tidak mau jika nanti mimpinya menjadi kenyataan, dan gadis itu mendapat masalah besar karenanya.
"Yaelah cuk, kita aja nggak tau apa rencana si Dipo. Lagi pula itu cewek bodoh banget sih mau aja nurut sama si Dipo upil. Bikin kesel aja." gerutu Juan membayangkan wajah cantik gadis itu yang sungguh sangat di sayangkan jika harus jadi korban patah hati Dipo.
"Udahlah kita selesaiin kerjaan kita aja, gue hari ini udah izin sama bokap nggak ke rumah sakit." seru Sky mengalihkan pertanyaan cepat.
"Oh, jadi om sama tante udah balik, Bro. Okelah, gue temenin elo sampai selesai." Balas Juan akhirnya bisa teralihkan sementara.
Mobil sedan putih melaju membelah jalan raya, di dalam kendaraan tersebut terdapat dua orang berbeda jenis yang terlihat sumringah sepanjang perjalanan. mereka.
"Aku senang banget, akhirnya bisa jalan berduaan lagi sama Kakak." seru manja seorang remaja cantik yang memakai rok denim di padukan dengan croptop berwarna putih tersebut.
Pemuda yang sejak tadi fokus menyetir itu menoleh menggenggam lembut tangan gadis di sebelahnya dengan senyum yang sama lebarnya.
"Kakak juga senang."
"Untung aja, hari ini kak Tasha pergi ke makam ibunya sendirian, jadi kita bisa jalan berdua, iya kan Kak."
"Hmm, iya Sayang." sahut pemuda yang tidak lain adalah Dipo calon tunangan Tasha dan gadis remaja yang sejak tadi berbicara dengan nada penuh manja adalah Tashi adik tiri Tasha sendiri.
Ya.
Kedua makhluk itu memakai moment tanpa gangguan untuk menghabiskan waktu bersama. Meskipun, awalnya Tashi di larang keluar oleh ibunya Shinta. Namun, keras kepalanya Tashi membuat gadis itu mengabaikan perintah ibunya.
"Kakak kenapa ganteng banget sih hari ini? Kakak dandan serapih ini buat aku aja kan?" Tashi menatap pemuda yang di cintainya itu memicing curiga. Dipo mendengar hal itu sontak terkekeh geli.
"Astaga sayang, ya tentu aja buat kamu. Aku kan langsung dari rumah tadi sebelum jemput kamu. Aku nggak mungkin serapih ini buat ketemu orang lain, padahal ada kamu yang cantiknya Kakak." gombal Dipo membuat Tashi tersenyum malu-malu dengan mudahnya.
"Kakak kalau ketemuan sama kak Tasha janji ya, nggak boleh serapih dan sewangi ini. Nanti kak Tasha beneran naksir sama Kakak gimana." Rajuknya seraya bergelayut di lengan kiri Dipo manja.
Tangan kiri Dipo sedikit terangkat lalu mengusap pelan pipi gadis itu lembut.
"Iya, sayang."
Tersenyum lebar, Tashi merasa sangat senang karena pemuda itu selalu menuruti keinginannya.
Mobil yang di tumpangi keduanya berhenti, Tashi dan Dipo turun dan berjalan beriringan dengan tangan keduanya yang saling menyatu saat masuk kedalam kafe.
Memesan makanan dan minuman, Tashi duduk di samping Dipo. Gadis itu terlihat enggan berjauhan dengan pemuda tampan itu. Dan Dipo pun tak melarang apalagi menjauhkan Tashi risih.
"Gimana kuliah Kakak?" Tanyanya memulai percakapan ringan di sana.
"Lancar sayang. Cuma ya gitu lah biasa, Kakak lagi sibuk mikirin banyak tugas kampus aja. Kamu sendiri gimana sekolahnya? Kalau di sekolah teman-teman kamu baik apa tidak?" Balik Dipo bertanya.
"Teman-teman aku sih baik, Kak. Tapi ya gitu, sekolah itu ngebosenin banget. Aku jadi pengen deh bisa cepat tamat dari sana." ujarnya membuat Dipo menatap gadis di sampingnya lekat.
Terkekeh kecil, Dipo mengacak surai gadisnya itu gemas.
"Sabar dong sayang. Namanya juga sekolah, butuh waktu dan proses. Nikmatin saja dulu oke." Ucap pemuda itu perhatian.
Tashi mengangguk mantap.
"Kakak cinta kan sama aku?" Pertanyaan tiba-tiba terlontar membuat Dipo terkesiap kaget, sebelum akhirnya pemuda itu mengangguk kuat.
"Iya, Kakak juga cinta sama kamu, sayang."
Keduanya saling melempar senyum dengan binar cinta terpancar di kedua manik masing-masing.
Dua sepasang yang sedang di mabuk cinta itu tampaknya tidak sadar jika ada seseorang yang memperhatikan mereka. Bahkan orang itu bisa mendengar semua percakapan Dipo dan juga Tashi yang ada di belakang mejanya.
Dasar b******n dia main sama cewek lain. Apa Tasha tau soal ini. Batin Sky Deriz Abraham yang kebetulan lebih dulu datang di kafe tersebut dengan raut yang sulit di mengerti.
Ternyata Dipo benar-benar cowok berengsek. Lihat saja bagaimana cowok itu tampak bahagia jalan bersama perempuan lain. Padahal baru kemarin Sky melihat Dipo bersama dengan gadis bernama Tasha tersebut.
Tak hanya Sky, Juan pun ikut menggeleng menyumpah serapahi sosok Dipo dalam hatinya. Juan bahkan sampai berusaha keras tak lepas mencari ribut dengan Dipo karena Sky sudah lebih dulu memperingatinya. Jadilah keduanya hanya diam tanpa sepatah katapun.
Tentu saja dalam hati mereka kalimat kutukan-kutukan untuk Dipo sudah pasti meluncur.
Seketika Sky teringat pertanyaan Tasha, ketika gadis itu ingin magang di studionya tiba-tiba.
Apa sebenarnya gadis itu sudah tahu perilaku Dipo, makanya gadis itu ingin menghibur diri sendiri dengan bekerja. Berarti perkataannya tadi di studio kepada gadis itu salah.
Astaga bodoh banget. Batin Sky mendesah kasar teringat perlakuan bodohnya.