Pesawat mendarat di bandara Nikola Tesla Beograd. Di negara ini sudah pukul dua belas malam lewat lima belas menit. Anggar memilih taksi dan mengajak keduanya naik. Kendaraan membawa mereka menuju ke sebuah hotel dan setelah mendapatkan kamar, Anggar melakukan panggilan. “Temanku akan datang sebentar lagi. Ada yang lapar?” tanya Anggar dari kamar sebelah yang terhubung dengan connecting door terbuka. “Aku butuh minuman hangat!” balas Pedro sementara berdiri di depan kulkas kecil. “Pilihannya tidak begitu bagus,” gumamnya kecewa. “Semoga kita buang uang dengan beli tiket sejauh ini, ada hasil yang jelas.” Genta meraih botol bir dari kulkas yang sedang Pedro amati. Anggar muncul dan melemparkan beberapa cokelat bar di meja. “Temanku tahu tentang beberapa hal mengenai Rengganis. Sekecil

