Mempertahankan Jiwa Kelam

1038 Kata

Pedro berjalan menyusuri trotoar dengan gontai. Udara dingin malam yang mulai beranjak ke dini hari terasa mencekam, namun pria itu tidak peduli. Langkahnya mendadak berhenti dan melihat bangku di sebuah taman kecil kota. Tangan Pedro meraba bungkus dalam saku celana. Ia menarik satu batang dan menyalakan. Sembari duduk, mulutnya mengisap dan setiap tarikan melegakan perasaan dan juga kegalauannya. Tampak beberapa orang melakukan olah raga pagi. Pedro melirik jam tangan dan jarum jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Pedro memejamkan mata dan bermonolog dalam hatinya. ‘Apa arti dari semua ini? Aku terjebak dengan masalah yang tidak ada kaitannya denganku. Tapi kenapa kepedulianku begitu besar? Apakah ini bentuk dari penyesalan masa lalu? Apakah aku juga akan menjadi salah satu pengh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN