Samira, Arwah Belian

1223 Kata

Semburat pelangi muncul di angkasa sore. Trining menatap ke atas dengan ucapan syukur yang teriring doa. Berharap pelangi itu sebagai pertanda baik dalam hidupnya. Sayekti berjalan dari belakang dengan menenteng keranjang buah. Dengan lincah, tangannya menata di meja makan. Kepalanya melongok ke arah jendela, tampak Trining sedang berdiri di samping menatap langit. Hatinya tersedu. Tubuh Trining tampak kurus dan wajahnya tirus. Mungkin jika semua ini berakhir, kebahagian akan menjadi milik mereka kembali. Saat Sayekti hendak berjalan kembali ke dapur, wajahnya memucat. Ia mendengar gaung suara Rengganis yang berdengung seperti nuraninya. ‘Ibu … maafkan anakmu ….’ ‘Rengganis meminta maaf pada ibunya?’ batin Sayekti dengan syok. Jiwanya mungkin masih terikat dengan wanita iblis tersebu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN