Sayekti membersihkan sayur dengan pikiran tidak tenang. Gadis itu tidak pernah merasa senyaman ini. Tubuhnya terasa segar dan tidak ada lagi sakit kepala yang selama bertahun-tahun ia derita. Biasanya Sayekti juga akan sulit makan karena rasa mual terus menerus, akan tetapi semenjak Anggar mengajaknya makan malam pertama, Sayekti merasa berbeda. ‘Apakah aku benar-benar sudah sembuh?’ batin Sayekti dengan ragu. Niat Sayekti adalah mengunjungi kuburan ayahnya. Semenjak Ki Sukmo meninggal, Sayekti belum sempat mengunjungi. Bahkan jasad terakhir ayahnya juga tidak sempat ia peluk. Mata Sayekti merebak ketika membayangkan ayahnya yang telah pergi. Meninggalkan dirinya sendiri di dunia ini. Tidak memiliki kerabat. Gadis cantik itu memejamkan mata dan berusaha menyingkirkan segala pikiran

