Dewi Rengganis

1134 Kata

Suara pengumuman di bandara kembali terdengar. Penerbangan mereka masih satu jam lagi. Genta, Pedro dan Anggar duduk tanpa bicara satu sama lain. Pembicaraan dengan Dayu sebelumnya memang cukup melegakan serta meluruskan salah paham yang selama ini terjadi. Namun nasi sudah menjadi bubur. Ultimatum Jetro yang tidak mengendurkan tuntutannya, memaksa Genta tetap pergi dan membiarkan Dayu bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Jetro bahkan meminta untuk Genta tidak lagi menghubungi, sebelum kemelut keluarganya dipatahkan dan mereka terbebas sama sekali. “Permintaan Jetro sepertinya mustahil,” ucap Pedro akhirnya mencoba menciptakan obrolan. Anggar melirik pada Jetro dengan malas. Wanita itu tidak banyak berkomentar karena dalam kepalanya banyak keganjilan yang saat ini menjadi pertimbanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN