Permintaan maaf telah diungkapkan dan Dayu memahami apa yang ingin Genta capai saat ini. Semua dilakukan karena besarnya cinta Genta pada wanita yang begitu ia ingin lindungi. “Tidak ada niat untuk melecehkan atau bertindak kurang ajar. Aku datang untuk menyampaikan pada Papa dan juga mendiang nebin. Sayang, beliau tidak sempat mendengar permintaan maafku.” Genta seperti kehilangan keberanian saat mengungkapkan pada Jetro yang duduk di seberang dengan rahang mengeras. Mertuanya belum puas akan penjelasan Genta. “Aku akan berakhir mati, Pa.” Suara Genta terdengar bergetar. Kalimat yang barusan meluncur dari bibir Genta, membuat Jetro seperti tertampar. Wajah menantunya begitu gugup sekaligus gelisah. Ada raut putus asa yang tidak bisa Genta sembunyikan lagi. Anggar yang juga turut h

