Padmi baru saja selesai membantu memilihkan menu untuk acara besar yang akan berlangsung sebentar lagi. Undangan tahun ini cukup banyak. Selain teman politik, kerabat Sultan dari kerajaan Solo akan diundang sebagai tamu kehormatan. Seorang abdi dalam berlari menuju ke arahnya dan memberi tahu mengenai tamu yang menunggu di depan. Dengan heran dan dahi berkerut, wanita itu bergegas melangkah menuju pendopo. Kain jarik yang ia kenakan cukup merepotkan saat Padmi berjalan dengan tempo cepat. Begitu tiba di pendopo, hatinya berdegup kencang. Genta berdiri di sana! “Gen-Genta ….” Padmi merengkuh anaknya ke dalam pelukan dan menangis gembira. “Ibu ….” Genta juga mendekap ibunya dengan kerinduan yang membuncah. Tangan Padmi mengusap wajah juga rambut Genta, seperti memastikan jika anaknya

