Kabin Kayu Nomor 38

1142 Kata

Alin terlihat jelas gelisah dengan wajah pucat. Genta tidak menyukai situasi saat ini. Tangannya berkeringat meski suhu udara mulai menurun hingga lima belas derajat Celcius. Pedro menarik napas kuat-kuat, seiring tangannya mendorong pintu masuk. Bau amis menyengat tercium. Genta dan Pedro mundur beberapa langkah dan tidak menyangka sensasi pertama yang menyeruak adalah aroma darah! Alin makin terlihat gemetar dan berdiri mematung di depan pintu. “Tadi nggak ada bau seperti ini!” keluh Genta masih mencoba mengatasi rasa mual yang mendera lambungnya. Pedro memejamkan mata dan mulai mengalunkan doa untuk bekal nanti. Apa pun yang akan mereka hadapi, musuh yang mengincar saat ini adalah kedua iblis j*****m tersebut. “Jangan berhenti berdoa, semampu kalian.” Pesan dari Pedro tersebut membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN