Semenjak pagi hari, Pedro sudah berkemas dan memasukkan ransel yang telah terisi penuh persiapan mereka selama pendakian. Anggar bersyukur karena Pedro ternyata sangat bisa diandalkan. “Sampai berjumpa secepatnya, hati-hati,” pamit Anggar memeluk Janur dan Genta yang juga bersiap untuk pergi menuju tujuan utama mereka. Mereka berpisah untuk memulai pencarian masing-masing. Pedro mengikuti arahan Anggar yang sesekali menatap peta, untuk mencari rute menuju desa yang akan menjadi awal pendakian. “Mungkin ini tempatnya,” ucap Anggar begitu melihat tugu masuk sebuah desa. Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang. Setelah berjalan lurus dan mengikuti petunjuk jalan yang ada di sepanjang tepi rute, akhirnya keduanya tiba di depan bangunan yang menjadi basecamp. Dusun Cetho, adalah de

