Wewe Gombel

1046 Kata

Tubuh Dayu masih menggigil. Kakinya juga gemetar tidak terkendali. Seluruh keluarga masih menunggu Janur yang sedang meneliti tiap sudut rumah mereka dengan teliti. Tidak ada satu pun hal yang mencurigakan atau menunjukkan jejak penculik Alina. Janur mendesah kesal dan kembali ke ruang tengah dengan gelengan kepala. Dayu menangis tersedu-sedu dan menutup wajahnya dengan bantal. “Kamu yakin, Nur?” Jetro kembali bertanya. “Tidak ada. Alina tidak tersembunyi di mana pun juga, Om.” “Bahkan secara gaib?” tanya Jetro dengan peluh mulai membanjiri kening. Janur menghela napas dan duduk dengan gontai. “Itulah masalahnya. Kalo ada sesuatu yang membawa Alina secara gaib, sudah pasti dia tidak ada di dimensi kita.” Jetro mengumpat dan melontarkan kalimat penuh kejengkelan. Dengan pucat, pr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN