Janur kembali ke Bali dengan segudang cerita baru. Dayu mendengarkan dengan senang sekaligus bersimpati pada nasib Sayekti. “Semua yang aku dengar selama ini tentang dia, ternyata nggak bener, ya, Nur,” ucap Dayu dengan sesal. “Dia memang bekas tunangan mas Genta dan itu yang membuat Sayekti rela berkorban sejauh ini.” Janur membenarkan dengan senyum sedih. “Belum tentu cintaku sebesar itu pada mas Genta, meski sekarang dia suamiku.” Dayu mengakui jika tindakan Sayekti begitu mulia dan tidak tertandingi. “Mungkin memang ada bentuk cinta buta kayak itu. Aneh tapi terjadi dan kita saksinya.” Janur mengusap rambutnya dan membayangkan kembali kondisi Sayekti yang sebenarnya masih membutuhkan bimbingannya. “Ibu benar-benar nggak balik, Nur?” tanya Dayu. Janur menggelengkan kepala lemah.

