Pedro menyalakan rokok untuk Anggar, sementara Genta menuangkan minuman untuk wanita yang notabene adalah tantenya. “Dia adalah keponakanmu?” ulang Pedro dengan tidak percaya. “Jangan tanyakan detail kejadiannya, tapi, ya! Dia adalah tanteku yang tidak pernah kuberi gelar bulek, ataupun bibi!” sahut Genta. Anggar tersenyum dan menaikkan kaki dengan santai. “Kalian terjebak di rumah itu selama dua hari?” Ada nada meremehkan saat Anggar melontarkan kalimat tersebut. “Jika kamu yang ada di posisi saat ini, mungkin nggak akan bilang dengan kesan ledekan!” Anggar terbahak dan menggelengkan kepalanya. “Pedro, kamu sendiri kok bisa nggak mengenali sesuatu yang telah kamu kuasai selama ini? Dan, Genta, apakah semua ajaran mendiang dari Ki Sukmo udah nggak ada yang inget?” Pertanyaan Anggar

