Suasana kamar itu cukup tegang. Satu dokter dan dua perawat sedang memeriksa perkembangan Arum setelah menjalani operasi. Pram dan Trining turut hadir saat ini. Beberapa keterangan dokter cukup bagus. Namun sebagai dokter, Arum cukup tahu jika apa yang dokter itu ucapkan tidaklah seperti yang ia harapkan. Usai menceritakan kemajuan Arum sejauh ini, dokter beserta perawat meninggalkan ruangan. Pram mendekat pada kekasihnya dan mengusap keningnya dengan senyum mesra. “Kamu nggak kelihatan puas sama dokter tadi,” goda Pram. Arum mencoba tersenyum, namun yang muncul justru senyuman getir. “Kondisiku belum baik-baik aja, Mas.” Tunangannya menghela napas dan mengangguk. “Kamu istirahat yang cukup dan makan harus lahap. Aku udah bawa bistik daging kesukaanmu,” ucap Trining seraya membetulka

