Yinwa dan Jia terus berjalan menelusuri hutan lebih dalam lagi. Hingga pada akhirnya Jia yang tumbang lebih dulu. Dia sedikit lelah, tetapi tidak mau menyia-nyiakan waktu. Dia mencoba segera membawa Yinwa pergi dari sana. "Kamu mau bawa aku kemana?" Fina mengibaskankan jubah panjangnya ke belakang. Baju itu hampir saja terkenal ranting yang melintang di sana. "Aku akan pergi ke suatu tempat, dan aku akan dengan senang hati mengantarnya." ucap Jia. Dia menunjukan senyum tipis di wajahnya. Tetapi tanpa sadar di balik senyum itu menyimpan sejuta rahasia yang di sembunyikan oleh beberapa orang. "Ada apa denganmu?" tanya Yinwa heran. Dia mengerutkan keningnya. Tatapannya menyorot tajam wajah Jia. Meski dia tidak melihat ke arahnya. Dan, terlalu fokus pada jalan di depannya "Aku hanya m

