"Maaf, Ratu Xia, anda tidak boleh masuk. Ratu tidak mau diganggu." "Kamu berani melawanku?" geram Xia. memberikan tatapan tajam pada para pelayan yang menghalangi jalannya. "Maaf, saya hanya menjalankan perintah Dari Ratu kami." pelayan itu menundukkan kepalanya. Mereka mulai gemetar takut harus berhadapan dengan situasi sulit. "Oke... Bilang padanya. Jika aku sekarang menemuinya." Xia, menghela napasnya kasar. Dia berusaha bersikap lebih tenang lagi. "Tapi..." "Cepat pergi... Atau, menerobos masuk ke kediaman ratu sekarang?" Xia meninggikan suaranya. Dia baru saja kembali ke kerajaan. Dan, tidak mau banyak menunggu lagi. Achile Yu sedang menunggunya di gerbang luar kerajaan. Dan, dirinya hanya menyampaikan sebuah pesan untuknya. "Yang Mulia Ratu." Dia menempelkan tangan kanann

