Kepergiannya

1138 Kata

"Yinwa... Apa yang kamu lakukan?" tanya seorang wanita yang sibuk membersihkan rambutnya yang dipenuhi beberapa daun yang menempel di rambutnya. Kedua matanya terlihat memerah penuh dengan amarah. Wajah yang terlihat memerah. "Kenapa juga kamu marah? Mereka tidak mencarimu." kata Jia, menepuk bahu Yinwa. Menyadarkan dia dari lamunannya. "Apa yang kamu katakan padanya. Memangnya kamu tanya?" ucap Yinwa. Dia menoleh, menatap Jia yang melipat kedua tangannya di atas dadanya. Sembari menyulitkan salah satu matanya. Kedua mata itu mulai mengamati wajah Yinwa. "Sekarang, gini ya. Seorang prajurit atau bawahan. Tidak akan pergi ke tempat ini Jika tidak ada yang memerintah." tegas Jia kesal. Dia menghela napasnya. Mengibaskan jubah baju yang menutupi belakang punggungnya sedikit ke belaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN