Aldy membuka jas hitamnya, dan pria itu langsung memasangkannya di tubuh Tia, "Lebih baik kita pulang," ajak Aldy sembari bergerak menuntun Tia yang masih bergumam tak jelas untuk berdiri, dan langsung berjalan mendekat ke mobilnya. *** Di dalam mobil, Aldy masih memperhatikan Tia yang bergetar ketakutan di sampingnya, dan terus saja mengeluarkan gumaman tak jelas, "Tia...." panggil Aldy. "Iko ... aku mohon jangan lakukan ini. Bu–bukankah kita berdua sahabat? Jadi to–tolong lepaskan aku." Sembari duduk dengan menekuk lutut, dan membenamkan wajahnya di celah paha. Tia bergumam, dan semakin memposisikan diri di pojokan kursi. Aldy yang melihat itu membuang nafas, dan pemuda itu memilih menghidupkan mesin mobilnya. Setelah menjalankan mobilnya, dia kembali melihat gadis yang saat ini masi

