Elara mendengus kasar. Dia membuang muka, melipat tangan di depan d**a. Jawaban Zricho atas pertanyaannya sungguh menyebalkan. Pria itu berkata tidak cemburu, tetapi sikap dan tingkahnya justru mengatakan hal sebaliknya. Zricho melirik sekilas sang istri. Tak ada senyum, wajahnya datar pun dengan tatapan mata pria itu. Dia berdeham pelan membuat Elara langsung menatap sang suami meski dengan wajah kesal dan tatapan sinisnya. "Kenapa kamu harus marah? Seharus itu saya cemburu?" tanya pria itu dengan nada datar. Elara berdecak. "Kalau enggak cemburu, kenapa sikapnya kayak gitu?! Main bawa pergi aja, Mas nggak tau apa kalau istri Mas tuh lagi makan?!" cerca Elara dalam satu tarikan napas. Setelah berbicara, napas perempuan itu memburu dengan d**a naik-turun. Mobil itu berhenti di depan ge

