Saat Elara ke meja makan, dia melihat sang suami yang tengah duduk dengan tangan memegang iPad. Kacamata baca bertengger di hidung bangir pria itu. Perempuan itu menarik napas panjang, perasaan sesak itu semakin menghantamnya—menyempitkan ruangnya untuk bernapas. Elara memegang erat tali tasnya. Dia menarik napas panjang, lalu membalikkan tubuh. Kaki Elara terangkat, bersiap untuk beranjak pergi dari sana—dia ingin sarapan di luar daripada harus duduk berdua dengan seseorang yang nyaris membunuhnya. "Mau ke mana? Duduk!" Kaki Elara melayang di udara, dia nyaris saja terjatuh jika tak menjaga keseimbangan dengan baik. Elara mendengus pelan, dia memutar kepala—menatap Zricho yang entah sejak kapan menatapnnya dengan sedikit tajam. "Mau ke rumah sakit." Ada helaan napas di nada bicaranya

