Bab 17. Jangan-Jangan Gay?

1304 Kata

Ciela yang melihat Elara terdiam tak mau ambil pusing, dia membiarkan sang sahabat tenggelam dalam pikirannya sendiri. Bukan tak peduli, tetapi Ciela yakin Elara akan membagi apa pun ketika dia merasa siap. "Udah aku pesenin ramen sama matcha, kamu lagi pengen rame, 'kan," kata Ciela memecah hening antara dirinya dan Elara. Elara menoleh, dia tersenyum tipis. "Thanks, ya. Emang sahabat terbaik!" serunya bersemangat. Ciela tersenyum, menepuk bahu Elara pelan. Keduanya mulai makan, tak banyak obrolan mulanya. Lalu, Elara membuka topik yang sempat Ciela bahas beberapa menit lalu. "Tapi enggak mungkin mas Zricho nafsu sama aku. Kita tidur bareng, tapi enggak pernah sekali pun dia nyentuh aku atau tergoda? Padahal kamu tau 'kan seterbuka dan setipis apa gaun tidurku itu," keluh Elara, dia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN