Chapter 22 : Basket

1092 Kata

Hah…hah…hah… Alfa mengatur nafasnya sejenak di tengah permainan basket mereka. peluh keringat membasahi keduanya, skor sementara imbang. 7-7. Raka memimpin dengan bola di tangannya, Alfa tak mau kalah, ia merusaha merebut bola dari tangan Raka. Brak, Alfa tergelincir di lantai, ia jatuh saat akan mengambil bola dari tangan Raka. Raka menyeringai menatap kesialan Alfa yang hendak mengambil bola itu. “Lo harus lebih berhati-hati, Alfa!” Alfa bangkit, ia harus mengejar ketinggalannya saat Raka kembali mencetak dua poin. Alfa tak mau kalah, ia harus mengejar ketinggalan poin itu apalagi sampai kalah di tangan Raka. Bagaimanapun juga ia  tak suka kekalahan, seperti prinsipnya, ia harus menang, bagaimanapun caranya. … “Kayaknya bakal lama deh nunggu busnya lagi!” gerutu Alia melirik ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN