Mawar sakit

1000 Kata

Baik Sania maupun Shaka terperanjat lantas menjauhkan tubuh masing-masing. "Lo nggak bisa apa kabarin dulu kalau mau dateng?" Sania berujar dengan nada sedikit kesal. Bibirnya yang tipis memberengut kesal. Sementara Shaka tampak terkekeh melihat raut wajah sang kekasih yang benar-benar muram itu. "Udah kali. Lo nya aja yang nggak angkat. Keasyikan ya kalian berdua?" Sania berdecak, ia melangkah mendekati Rinka yang saat ini sudah lebih dulu berada di dapur. "Bawa apaan?" ujarnya sembari mengintip sterofoam di balik bungkus plastik berwarna putih yang Rinka simpan di atas meja. "Bawa ayam panggang, sama ayam kremes. Lo pilih aja mau yang mana." "Ih, kok baik sih. Tau aja kalau gue lagi kelaparan. Makasih banyak ya sepupu gue yang baiknya ugal-ugalan." Tangan Sania terulur merangkul l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN