Penolakan Mawar

919 Kata

Mawar membuka kelopak mata, mengerjap untuk beberapa kali demi menyesuaikan pencahayaan yang masuk ke retina mata. Obyek pertama yang dia lihat usai membuka lebar kedua netra yakni keberadaan sang putri di sana. Bergeming, ia tidak memberikan reaksi apa pun. Ia pikir suara yang mengalun di telinga tadi hanya sebatas mimpi semata. Tetapi pada realitanya Sania benar-benar ada di sekitar. "Ma ..." Suara Sania kembali mengudara lembut, Mawar kemudian menghela napas, kembali memejamkan mata sekejap dan di sana ia merasai jika kepalanya tengah berdenyut-denyut tidak menentu. "Sama siapa ke sini?" pertanyaan pertama dilontarkan tanpa adanya sedikit saja kompromi, seakan di sini masih ingin mengintip padahal kondisi dengan tidak sehat. "Sama pacarku, dia nunggu di mobil." Mawar kembali menghel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN