Bobby baru saja pulang kerja, usia memarkiran mobil di pekarangan rumah, buru-buru ia memasuki rumah karena rintik-rintik hujan mulai turun membasahi paving block. Ia melangkah cukup gontai saat memasuki pintu utama, perasannya tudis baik-baik saja dan nyaris kehilangan fokus saat berkendara tadi. Untung saja sesuatu yang buruk tidak terjadi di tengah kegundahan yang melingkupi perasaannya. Saat tangannya menekan tuas pintu dan membukanya lebar, Resti tersenyum ke arah Bobby. "Kamu udah pulang?" Wanita itu bangkit, membawa senyum sumringah ketika menyambut kepulangan Bobby dari kantor. Berbeda dengan ekspresi wajah Resti yang ceria, Bobby justru menampilkan wajah yang berbeda. Lesu dan lunglai, itulah ekspresi yang sedang terlukis di kontur wajahnya. Bagaimana tidak, kekacauan tengah men

