"Kau bisa menangis juga Lea. Ku harap ini tulus, bukan sekedar tangisan palsu." Alea mengelap cairan bening yang jatuh di wajahnya. Lalu menoleh ke arah tiga orang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tempatnya di rawat. "Tutup mulutmu, Harry. Dalam kondisi seperti ini pun kamu masih saja berbicara kasar terhadapku. Dimana rasa empatimu?" Mata Alea kembali berkaca-kaca. Dia masih terpukul karena kehilangan janinnya, tapi Harry kembali berucap kasar terhadapnya. "Kau calon ibu, harusnya kau tidak bertindak gila seperti ini. Untung tidak terjadi apa-apa dengan istriku kalau sampai dia dan anakku terluka, akan ku kejar kamu sampai keujung dunia manapun." lanjut Harry. Wajah marah Alea berubah pucat, dia tak habis pikir, bagaimana bisa Harry tahu perbuatannya padahal seingatnya dia su

