Bab 41

1550 Kata

"Kamu pucet banget, Mbak? Sakitkah?" Bunga memegang kening Alena dengan punggung tangannya. Dewi tak jadi menyendok nasi karena ikut khawatir dengan keadaan Alena. "Aku enggak sakit, cuma kurang tidur saja semalam," jawab Alena sembari menguap. "Ini pasti ulahmu kan Harry sampai Alena terlihat cape begini?" ceplos Dewi sembari melirik sinis ke arah Harry. Harry tertawa kecil sambil mengangguk. "Jangan boros-boros tenaga, Har. Usiamu masih sangat muda. Takutnya saat umurmu 50+ kamu sudah enggak bisa ngapa-ngapain," ceplos Bunga sambil mengunyah makanan di mulutnya. "Iya-iya, lain kali aku akan lebih hemat tenaga lagi," jawab santai Harry. Dewi terheran-heran dengan jawaban bijak Harry, "Kamu lapang d**a sekali menanggapi nasehat Bunga. Nggak lagi kesambet kan?" "Nggaklah, Wi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN