"Aku akan mengantarkan Alena pulang. Sekarang temui Sinta di kamar atas. Selama ini, dia tak berhenti memanggil-manggil namamu!" ucap Bram masih dengan nada jengkelnya. "Aku baru akan menemuinya setelah aku mengantar Alena pulang. Aku harus memastikan dulu Alena pulang dengan keadaan selamat!" "Sudah ku bilang aku yang akan mengantarkannya, kenapa Sinta bisa menyukai orang keras kepala sepertimu! kalau bukan karena Sinta yang sakit, sudah kuhabisi kamu!" teriak Bram dengan amarah penuh. Harry tertawa, "Sayangnya kau tak bisa menghabisiku kan?" ucap Harry dengan nada mengejek. "Sekarang suruh Alena keluar atau aku akan mengobrak-abrik rumhhmu!" ancam Harry. Bram benar-benar di buat habis kesabarannya olehnya. "Aku di sini." Alena baru menampakan dirinya kemudian mendekat ke arah H

