Pov Author "Sinta! jangan turun lewat jendela, kamu bisa jatuh!" teriak Bram dari halaman rumah. Sinta tak pedulikan teriakan Bram, dia hampir saja melompat dari jendela kamarnya yang terletak di lantai dua. Untung Ayah dan ibunya datang tepat waktu dan menarik tubuh Sinta. Bram kemudian berlari menuju kamar Sinta, dia sangat merasa bersalah karena dialah Sinta menjadi seperti ini. Dia tak jadi berangkat ke kantor, melihat keponakannya hampir saja melompat dari jendela, membuat tubuhnya mendadak lemah. "Harry tadi datang, dia janji enggak akan pergi, selepas aku bangun tidur dia sudah pergi. Dia bohong. Aku mau menjemput Harry lagi. Aku mahu Harry datang kesini!" teriak Sinta, Ayahnya terus memegangi tubuhnya karena mencoba melompat dari jendela lagi. "Harry tidak kesini sayang. Ka

