"Alena?" Harry melihat istrinya ada disampingnya ketika ia baru membuka matanya, ia tersenyum dan ingin mendekap istrinya. Namun saat tangannya mendarat pada sosok yang ia lihat seperti istrinya tiba-tiba sosok itu berubah jadi bantal guling. "Aku benar-benar sudah gila!" Harry membanting bantal guling itu. Harry kembali berbaring, menatap langit-langit kamarnya. "Aku bisa masuk rumah sakit jiwa suatu saat. Tiap hari aku selalu berhalusinasi melihat istriku berada di dekatku, aku tak tahan dengan keadaanku yang seperti ini." Harry kembali memejamkan matanya, lalu membuka lagi kedua matanya dengan kondisi marah. "Kenapa sih harus seperti ini. Enggak pas merem, enggak pas melek aku cuma lihat bayangan Alena!" teriaknya frustasi sambil kembali bangkit dari berbaring. "Seandainya a

