Malam Penuh Gairah

1076 Kata
Miss Chery sudah selesai make over Efita. Dasarnya juga sudah cantik dan seksi,jadi mau dibuat seperti apapun tetap seksi. "You tetap the best,badanmu bikin ngiler,coba bisa aku icipi udah habis itu,"rayu Miss Chery dengan lemah gemulai. "Thanks ya Miss,aku pamit dulu,tuh kasian abang taksi pantatnya kepanasan entar kalau aku dirayu mulu. Muach muach" pamit Fita sambil cipika cipiki. Kemudian Efita berjalan bak seorang model dengan badan yang meliuk-liuk hingga menghilang dipintu salon. 10 menit berlalu,taksi yang Efita tumpangi sudah sampai didepan rumahnya. "Ini pak,ambil saja kembaliannya."sambil menyodorkan selembar uang merah."ucap Efita. "Trimakasih nona,semoga hidupmu selalu beruntung," Efita berlalu masuk,karna sebentar lagi Aldo akan segera menjemputnya. Baru saja sampai didepan pintu Efita sudah disambut sang jagoan yang kini sudah beranjak dewasa. "Mama is so beautiful tonight. Can i go with you to the party?"ucap Ulil. "Sorry dear,next time mama will take you. This time mama has to get ready soon Mr. Aldo will come."ucap Efita sambil mencium pipi sang anak. "Oke mom", Efita segera masuk kekamarnya. Ia tak mau membuat pak Aldo menunggunya. Gaun yang dijanjikan pun sudah tersedia apik dalam box. Efita segera membuka box warna hitam. "Wow what a beautiful dress,"Efita terkagum dengan dres maroon dengan belahan d**a rendah, dengan punggung terbuka,membuat kesan seksi pada setiap pemakainya. Efita masih mematut dirinya didepan cermin. Warna highheels dan tas juga senada dengan gaunnya. Dadanya terlihat menyembul keluar setengahnya. Punggung putihnya terekspose sempurna. Setelah dirasa sempurna,Efita bergegas keluar kamar,dari bawah tangga sang putra tunggalnya sudah berteriak kegirangan. "Mom you are very beautiful, i love so muachh mom",pelukan sang anak bersamaan drngan ketukan pintu. Tok tok tok Mbak Jumi membukakan pintu,dilihatnya seorang pangeran tampan dihadapannya. Mulutnya menganga menatap setiap inci tubuh tamunya. "Mbak Jumi dilap tuh ilernya,"bisik Efita. Mbak Jumi segera menyadarinya. "Hai son,mom nya om bawa dulu ya,"ucap Aldo sambil mengusap pucuk kepala Ulil. "Okay be careful on the way Mom and Uncle,see you," ucap Ulil sebelum mbak Jumi menutup pintu. Didalam mobil tak ada bahasan apapun anatara Aldo dan Efita. Sesekali Aldo melirik sembulan indah yang menggoda mata. Efita hanya melihat keluar jendela. Duapuluh lima menit kemudian,mereka telah sampai diclubb yang bersebarangan dengan hotel termegah di ibu kota. Aldo membukakan pintu Efita. Setelah turun dari mobil,Efita bergelayut manja dilengan Aldo. "Kamu terlihat canti dan seksi malam ini,awas jangan melirik pria laen,atau aku akan beri hukuman untukmu!Jangan sekali-kali panggil pak! Dan satu lagi kamu harus selalu disampingku! Ayo segera masuk,pesta sudah akan dimulai",titah Aldo. Efita mengikuti kemana Aldo melangkah. Tatapan jalang para lelaki membuat Aldo risih. b****g sintalnya membuat siapa saja ingin meremasnya,apalagi sembulan buah dadanya montok dan menantang. Aldo mengambil minuman untuknya dan Efita. "Kamu duduk disini sebentar,aku akan menemui Frans,tidak enak kalau tidak menyapanya. Jangan mau berkenalan dengan siapapun." Aldo segera berlalu dari hadapan Efita. Dia memandang kagum acara malam ini. Semua yang datang kalangan berkelas. "Hai cantik sendirian saja,kenalkan Brams. Tubuhmu begitu indah,berapa uang yang kamu mau,agar kau mau temani tidurku malam ini? Aku ingin mencoba permainanmu diatas ranjang," tanpa mereka sadari Aldo sudah berada dibelakang Brams,tangannya mengepal. Brams langsung kena bogem mentah tepat mengenai rahangnya. Ia berlalu meninggalkan Efita. "Apa yang dia pegang darimu?"tanya Aldo penuh selidik. "Tidak ada Aldo,aku belum disentuhnya sama sekali."ucap Efita. Aldo menarik tangan Efita meninggalkan gemerlap pesta. Mereka berdua melewati lorong yang sepi. Sampailah kedua disebuah kamar mewah presidensuit. Efita masih mengekor dari belakang,pikirannya sedang tidak baik-baik saja. Aldo menanggalkan semua pakaiannya,tapi Efita masih berdiri didepan pintu tk bergeming sama sekali. Tubuh Aldo bak roti yang membuat ia lapar. Tanpa Efita sadari ia meremas sendiri buah dadanya. Nafasnya memburu,gaun indahnya telah teronggok dilantai menyisakan Gstring yang dipakainya. Buah d**a yang cukup besar membuat bibirnya mulai menyesap kedua p****g secara berganti. "Aaaghhh aaaggghhh,"desahan Efita membuat pistol Aldo berdiri tinggi dengan ukuran yang lumayan besar. Efita langsung mengeluarkan pistolny,dielusnya dengan lembu,dijilat ujung pistol dengan lidah yang menari-nari membuat sang empunya mengerahh. "Aaaaarrrrggghh lakukan sayang aaggghhh." Aldo tak bisa pungkiri foreplay Efita membuatnya tak bisa menahan terlalu lama. Dikulumnya pistol Aldo,sambil mengocok pelan dengan mulutnya "Aaagghhh sayang berhenti,"Aldo dengan cekatan merebahkan tubuh Fita diatas kasur. Ia merobek Gstring yang Fita gunakan. Kepalanya ia masukan dalam lubang kenikmatan. Sesekali lidahnya bermain dikacang Almod Fita kemudian turun menyesap lubang kenikmatan. Hingga lidanya bermain-main didalam. Puting Efita mengeras,desahan dan lenguhannya membuat Aldo ingin menembak lubangnya. Jlebbb "Aaaggghhhh,pistolmu terasa penuh sayangg,,aaghh lebih dalam lagi sayang."pinggul Efita semakin bergoyang menikmati setiap tusukan yang Aldo berikan. "Aahhh sayang,kamu membuat aku semakin terangsang", Puting Efita dipelintir dengan satau tangannya,sedang satunya dimainkan dengan lidah sesekali ia sesap. "Sayaang gak kuattt aaahhh ,"desah Efita menjambak rambut Aldo. "Aaaaghhh keluarkan sayang,rasakan tembakanku didalam,"bisik Aldo dsambil menjilat daun telingan Efita. Goyangan pinggul mereka semakin brutal,Aldo mempercepat ritme pinggulnya. "Eeeeuuuggghhhh." lenguhan keduanya saat bersamaan menikmati klimaks. Aldo tumbang disamping Efita. Baru beberapa saat Efita ingin memulai lagi memainkan p****g nya dengan jari. Efita merangkak naik diatas tubuh Aldo. Dimainkannya pucuk pistol Aldo dengan lidahnya sambil memilin p****g kedua buah dadanya. "Aahhhhh,"desahan Aldo membuat Efita semakin terangsang. Ia mengambil posisi duduk diatas Aldo. Jlebb pistol Aldo masuk sempurna. Digoyangkannya naik turun sambil melumat bibir Aldo yang begitu menggairahkan. "Aaagghh aahhhh."desahan Efita membuat Aldo ingin penetrasi yang kedua kalinya. Ia membalikkan tubuh Efita,membuka lebar kedua pahanya mdan memasukkan pistolnya kembali. Tangannya mulai memlintir kedua p****g Efita,tangan Efita tak mau kalah. Ia menggesek pelan kacang almond miliknya. "Aaahhh eeeummmss ahahah", Syurrrr Pistol Aldo menyembur untuk kedua kalinya. Peluh membasahi tubuh mereka. Lumatan kedua bibir mereka masih berpagut mengakhiri peperangan panjang malam ini. "Trimakasih telah memberiku kepuasan malam ini,"ucap Efita langsung melumat mulut Aldo yang masih basah. "Tubuhmu bagaiakan madu candu untukku,jangan pernah berikan untuk yang laen. Aku tak mau ada yang menusuk lubangmu selain aku."ucap Aldo sambil meremas buah d**a Efita. Keduanya membersihkan diri,Aldo sudah menyiapkan baju ganti untuk Efita. Selesai berpakaian keduanya langsung akan pulang.karna hari sudah menginjak pagi. Aldo mengantar Efita hingga menghilang dalam rumah,kemudian ia melaju menuju apartemennya. -----@------ Pov Efita Badanku serasa pegal sekali,permainan Aldo membuatku puas,dan ingin menikmatinya lagi. Rangsangan yang aku dapatkan membuat aku ketagihan. Ahhhh ternyata ukurannya membuat ku semakin puas menikmati gairah malam ini. Desahan dan lenguhan serta kejadian tadi membuatku menginnginkan lagi. Disentuhnya celana dalamnya yang sudah basah oleh lendir bening. Segera ia melucuti semua pakaiannya kembali. Dua buah vibrator ia letakkan diujung kedua putingnya,sedang satu vibrator ia arahkan dikacang Almodnya sesekali ia masukan kedalam lubang kenikmatan. Desahann dan racaunnya memenuhi kamar. Aaaagghhhh aaahhh aahhhhhhh Desahan panjangnya bersamaan dengan o*****e. Efita terkulai lemas. Dilepaskannya kedua vibrator. Ia segera mencuci lubang kenikmatannya. Dan memejamkan mata menjeput mimpi malam ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN