"tapi bagaimana ini....? aku menyukaimu...."kata chanyeol kepadaku.sepertinya chanyeol bersungguh2 dengan ucapannya, karena wajahnya sangat merah dan matanya menatapku amat dalam.
aku kembali sadar. aku langsung menarik tanganku dari d**a chanyeol saking kagetnya. bisa kurasakan jantungku berdetak kencang sekali, dan wajahku memanas. "a- aku... aku...." aku tak tahu apa yang harus kukatakan.
kata2 sudah tak dapat keluar saking gugupnya aku dibuat chanyeol. aku sudah tak dapat berpikir lagi. jadi aku berbalik dan lari meninggalkan chanyeol. aku berlari dan berlari tanpa sekalipun menengok ke belakang.
chanyeol menyukaiku?
tapi bagaimana bisa dia menyukaiku?
oh aku tidak percaya ini....
aku terus berlari tanpa arah tujuan. aku terus memikirkan perkataan chanyeol. pernyataannya terus menerus berputar di telingaku. dan ini membuatku hampir gila! ukh!
nafasku memburu, akhirnya tubuhku melemah karena terus berlari. aku berhenti berlari dan berusaha mengatur nafasku kembali, dan baru aku sadari aku tak tahu dimana aku berada. mungkin kepalaku sudah benar2 miring... -__-
ah! aku baru ingat! aku harus ke rumah sakit! oh ya ampun... ini semua karena chanyeol! aku sampai lupa aku mau menjenguk sehun... dan sekarang sudah jam 8 malam, lebih baik aku pergi ke Rumah Sakit dengan taksi saja.
"TAKSI!" panggilku kepada taksi yang lewat. taksi itu berhenti dan aku langsung masuk ke dalamnya.
***
aku membayar ongkos taksi dengan uang terakhirku minggu ini.. jadinya aku harus pulang jalan kaki nanti atau aku tak bisa jajan besok. aku memasuki lobi rumah sakit, dan aku bertanya-tanya apa yang dilakukan chanyeol sekarang.
apakah dia masih berada di depan sekolah seperti tadi?
ukh! berhenti hanna! sekarang kau harus berkonsentrasi terhadap sehun! kamu kan mau minta maaf kepadanya!
aku naik lift menuju ke lantai 3 dan langsung menuju ke kamar nomor 94. di depan kamar nomor 94 ada 5 orang yang kukenali wajahnya sebagaipengikut sehun sedang duduk2 di lantai sambil meminum soda dan makan beberapa cemilan.
aku bertanya2 kenapa mereka duduk di lantai begitu? seperti bodyguard saja.. dan lagi memangnya boleh ya duduk2 di lorong rumah sakit??
dasar gerombolan yang meresahkan negara... ckckck, tak heran mereka jadi teman sehun sih... -_-
aku berjalan menuju ke kamar nomor 94 itu, dan saat aku berniat masuk teman2 Sehun menghadang jalanku untuk masuk.
"mau apa kau..?" tanya salah 1 teman sehun.
"te- tentu saja mau menjenguk sehun.. apa lagi?" jawabku.
"kau tidak bisa masuk."katanya lagi
"kenapa?! kenapa aku tidak bisa masuk?! aku pacarnya!"
"heh? hahaha, kau pacarnya?! mana mungkin pacar meninggalkan pacarnya dan memilih laki2 lain?"
"ap-apa katamu?!"
"sehun tak mau bertemu denganmu."
"aku tak peduli. aku mau masuk. mingir!" teriakku sambil mendorongnya dan memaksa masuk. aku membuka pintu, dan kulihat sehun sedang di atas tempat tidurnya memandangku terkejut. di sampingnya ada kyungsoo dan baekhyun yang berdiri begitu melihatku masuk. dan disana ada sekitar 5 orang lainnya yang kukenali juga wajahnya sebagai teman sehun.
"hei kau tak bisa masuk!" kata salah 1 teman sehun tadi sambil menarik tanganku.
"hei dasar kau m***m! jangan sentuh aku! lepaskan!" teriakku sambil berusaha melepaskan genggamannya dari tanganku.
"he- hei! lepaskan dia!" kata kyungsoo,akhirnya dia melepaskan aku.
biasanya sehun akan marah2 bila ada orang yang menyentuhku, tapi kenapa dia diam saja sekarang dan malah kyungsoo yang membelaku?
aku mengalihkan pandanganku ke sehun.kulihat sehun menatapku dengan pandangan yang amat dingin,sama seperti saat dia melihat chanyeol. matanya seolah2 mengatakan kepadaku bahwa dia muak melihat wajahku dan aku adalah orang terakhir yang ingin dilhatnya. baru kali ini aku merasa terintimidasi oleh sebuah pandangan mata.
tak sadar, aku mundur selangkah dan untuk sesaat aku berniat untuk lari saja karena merasa terintimidasi oleh matanya itu. entah bagaimana caranya dia melakukan itu hanya dengan pandangan mata, kini rasanya akutahu kenapa banyak sekali orang yang menjadi pengikut sehun....
"bawa dia keluar dari sini." kata sehun kepada teman2nya.
"hei hun... jangan begitu.. nana sudah susah2 kesini..." kata baekhyun.
"bawa dia keluar dari sini. sekarang." kata sehun lagi, dan baekhyun terdiam.
hatiku sangat sakit mendengarnya. entah bagaimana dia bisa melakukan ini kepadaku. teman2 Sehun mulai menarikku keluar dari ruangan. aku berontak sambil berteriak,
"hei! lepaskan aku! sehun! izinkan aku bicara denganmu sebentar saja! hei!" teman2nya terus menarikku keluar dari ruangan dan aku berontak sekuat tenagaku, kulihat Sehun membalikkan tubuhnya dan tidur mengahadap tembok. hatiku sangat sakit dibuatnya, dia begitu membenciku sekarang.
sehun yang selama ini selalu begitu memperhatikanku, sekarang melihat wajahku-pun bahkan dia tak mau. aku sudah menyakiti hatimu begitu dalam ya sehun? bagaimana ini... tindakan sehun yang mengacuhkanku dan pandangan matanya yang mengintimidasi aku membuatku seakan ingin menyerah saja terhadap sehun..
tidak! kau tak boleh menyerah hanna selama ini Sehun-lah yang terus mengejarku, dan ini giliranku mengejarnya! aku terus berontak dan berontak. tapi apa daya, sekuat2nya aku tak mungkin aku menang melawan 5 orang cowok. aku tahu dalam beberapa detik mereka akan sukses menarikku keluar dari ruangan dan akhirnya aku berteriak lagi,
"aku akan datang lagi! aku akan datang lagi untuk menemuimu! aku akan terus mengejarmu sampai kamu muak! aku akan terus kembali dan kembali sampai kau mau bicara denganku lagi! aku tahu aku salah dan aku telah menyakitimu, dan karena itu aku akan selalu datang dan datang sampai kau memaafkanku!! maafkan aku! hei-aku menci-" tanpa selesai menyelesaikan kata2ku,akhirnya aku tertarik keluar dan pintu kamar sehun tertutup.
saat itu aku menangis mengingat punggung Sehun yang membelakangiku. aku terjatuh dan terduduk di lantai saking lemasnya lututku. hatiku amat sakit karena dia tidak peduli lagi kepadaku... inikah yang dia rasakan saat aku membalikkan badanku kepadanya dan beralih kepada chanyeol?
inikah pembalasan atas perbuatanku yang terus menyakitinya selama ini?
selama ini sehun yang mengejarku dan berusaha meraihku..selama ini aku terus membalikkan badanku atas cintanya, dan inilah giliranku mengejar untuk meraihnya.
***
beberapa hari ini aku terus ke rumah sakit berusaha untuk menemui sehun. tapi usahaku sia2 karena terhadang 5 cowok bodoh yang selalu nongkrong di depan pintu kamar sehun itu... -_-
dan hari ini, saat aku datang selesai dari menjalankan hukumanku membersihkan WC guru aku dapat berita yang mengejutkan. 'pasien dari kamar nomor 94 sudah keluar dari Rumah Sakit pagi tadi'.aku tak tahu aku harus senang atau sedih mendengar berita ini... -_-
rumornya sih dia memaksa ke luar dari rumah sakit, padahal dokter belum membolehkannya keluar dari rumah sakit.entah apa yang dipikirkan kepala jeruk itu... -_-
jangan2 dia tak mau bertemu denganku lagi?! karena itukah dia keluar dari rumah sakit?! oh tidak2... jangan berpikir yang aneh2 dulu... lalu aku berjalan pulang.
kupikir lebih baik kutelepon baekhyun saja deh, dia pasti mau menjelaskan kepadaku kenapa sehun keluar cepat.
aku memencet nomor telepon baekhyun yang kudapat dari jisoo,
+aku ingin begini~ aku ingin begitu~ ingin ini ingin itu banyak sekali~+
lagu Doraemon?! oh Tuhan, sebenarnya apa yang ada di kepada anak itu sampai2 dia memakai lagu doraemon sebagai nada dering sambungnya.. -_-
"halo??? nana?? tumben kau menelponku! aku kangen sekali!" jawab baekhyun.
"tutup mulutmu. jangan buat aku merinding deh!" teriakku
"ih~ nana kasar deh.. baek jadi sedih... hiks"
"sudahlah jangan begitu lagi.. hei, aku mau tanya, kenapa sehun keluar secepat ini dari RS? bukannya katanya dia harus beberapa minggu diopname?"
"huh. jadi kau menelponku hanya untuk ini? ukh, aku kecewa. kupikir nana kangen padaku..." ingin rasanya kubanting HP ku ,"sudah cepat dan beritahu aku!"
"tidak mau huh! nana jahaattt~"
"cepatlah! apa maumu sih!?"
"minta dengan baik dan manis, baru aku jawab."
"manis pantatku! cepat dan jawab sajalah!"
"ya sudah kututup ya daaaaahhhh~~~"
"eh! eeeeeeeehhhh! aku kan cuma bercanda... baekhyun ini cepat sekali ngambeknya...tunggu dulu yaa..."
"cepat mintaaaaaa~"
lihat saja nanti kalau aku bertemu denganmu baekhyun....... akan kucabut gigimu satu persatu dan kubuat jadi aksesori!
"baekhyun..."
"baekhyun oppa! panggil aku baekhyun oppa!"
"bae.....baekhyun oppa..... "
"iya? ada apa yaaa?"
ukh sialan.. aku merasa dipermainkan....
"tolong ceritakan kepada nana mengapa sehun keluar dari rumah sakit lebih cepat dari yang diperkirakan..." tak kuduga kata2 busuk ini keluar dari bibirku! hoek!
"oke baiklah nana. baekhyun oppa akan menceritakkannya dengan senang hati! jadi begini, sehun ngotot bahwa dirinya sudah baik2 saja. memang benar sih, sehun itu cepat sekali pulihnya! paling hanya tangannya saja yg masih di gips, yang lainnya sih sudah baik2 saja. tapi aku tahu kenapa sebenarnya dia mau keluar lebih cepat."
"ke- kenapa?" jangan2 dugaanku benar! jangan2 sehun muak karena aku selalu datang dan berteriak2 di depan kamarnya.
"pasti sebenarnya karena dia muak dengan suster2disana! tak heran sih, suster disana genit sekali. aku pernah memergoki mereka memotret sehun saat sehun sedang tidur! dan hampir setiap 1 jam sekali ada suster yang masuk untuk mengecek keadaannya!" alasan apa itu.... -_-
tapi syukurlah sejauh sehun tidak keluar karena dia muak denganku. tapi aku harus ke Rumah Sakit lagi nih, untuk minta foto sehun yang lagi tidur pada suster2 disana. kekekeke.
"sudah itu saja?" tanyaku
"yup! itu saja"
"oh begitu ya? ya sudah, makasih ya daaah~"
"hei tung-" sebelum dia selesai protes kututup teleponnya.
kekeke, aku senang sekali memutus telepon duluan. kekekeke nah, sekarang sehun sudah keluar dari RS. kira2 dimana aku harus menemuinya? masa aku datang ke rumahnya sih?
bisa saja sih aku minta alamatnya dengan memaksa baekhyun atau kyungsoo. tapi aku sudah tak punya ongkos.. jadi kukurungkan niatku.. bukan berarti cintaku terhadap sehun hanya sebatas ongkos loh..hahaha
+keesokan harinya, di sekolah+
aku hampir saja telat tadi karena aku ketiduran. untung saja aku datang 5 detik sebelum guruku masuk ke kelas, jadinya aku selamat. dan baru saja aku duduk dan jisoo langsung memberiku informasi,
"hei! kau tahu? sehun sudah masuk sekolah hari ini!" bisik jisoo semangat.
"apa? yang betul? tahu dari mana?" bisikku.
"dari baekhyun tentunya..!" dasar monyet itu! kenapa dia tak beritahu aku kemarin?! nanti aku akan mencari sehun deh...semoga saja dia berubah pikiran dan mau memaafkanku.. kekeke
dan akhirnya, rencanaku tak dapat berjalan...karena pada saat istirahat aku bukannya pergi mencari sehun, tapi aku pergi ke kantin lantaran aku lapar sekali (hei! tolong jangan pikir aku lebih suka makan daripada sehun! aku harus makan karena perutku bunyi sepanjang pelajaran. coba kalian pikir bagaimana kalau menjadi aku, aku yakin kalian akan malu sekali . karena perutku bunyi sepanjang jam pelajaran yang sepi dan semua anak sekelas bahkan guru menertawakan aku.. tak terkecuali jisoo... -_-)
dan saat pulang sekolah, tentunya aku tak dapat mencari sehun karena saat aku berniat kabur untuk mencari sehun, guru terkutuk itu mencegatku dan membuatku tak bisa kabur atau aku akan dapat perpanjangan hukuman! ukh!
"tak bisa kupercaya kita masih melakukan hal terutuk seperti ini disaat anak2 lain dapat menghirup udara segar dan mandi sinar matahari! dan kita?! di toilet bau ini untuk membersihkan lubang2 neraka! ukh!!!! bisa gilaaa!!! AKKKH!!!! AAAKH!!!" teriakku sambil memukul2 lantai dengan pel yang kupegang.
mungkin orang lain akan aneh melihat tabiatku ini, tapi tidak dengan jisoo. mungkin dia sudah terbiasa... -_-
"aku sependapat denganmu.. seharusnya guru-guru itu dibeginikan! dibeginikan! dan dibeginikan!"kata jisoo sambil menghentakkan pel yang dia pegang ke lubang WC berkali2.
kelamaan berteman denganku, dia berubah semakin mirip aku... -_- (tolong jangan pikir aku bawa pengaruh buruk pada generasi muda.. )
"oh..? begitu ya menurutmu? sepertinya kalian senang sekali membersihkan WC ini.. jadi kuberi kalian tambahan untuk satu minggu kedepan." kata seseorang yang kutahu itu pengawas kami dalam menjalani hukuman.
AAAAKHHHH!!! TIDAAAAKKK!!!!!!!!!!! kami masih harus membersihkan tempat terkutuk ini untuk satu minggu ke depan dan ditambah satu minggu lagi?! MASIH 2 MINGGU LAGI KAMI HARUS MEMBERSIHKAN TEMPAT BUSUK INI?!!AKKHHH!!! MIGRAIN! AKH! AKU BISA GILAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
"yang benar saja! kita tambah masa hukuman 1 minggu lagi!" bisik jisoo
"ini karena kamu tadi teriak kencang sekali" bisikku kepada jisoo.
"kok kamu menyalahkanku sih! kan kamu duluan!"
"hahaha, iya2 maaf..."
"oh iya, aku sudah tak pernah melihat bocah chanyeol itu lagi. dimana dia?"
oh ya ampun, aku lupa sama sekali pada chanyeol. danaku juga bertanya2 dimana dan apa yg dia lakukan sekarang.
"ak.. aku tak tahu" jawabku.
"oh iya, setelah aku meninggalkanmu apa yg kau lakukan selanjutnya pada saat itu?"oh iya, aku belum menceritakan tentang kejadian chanyeol menembakku. yang keceritakan pada jisoo hanya tentang kejadianku di Rumah Sakit dan perlakuan sehun kepadaku.
jadinya, aku menceritakan semuanya yang terjadi kepada jisoo sembari kami membersihkan lubang neraka satu per satu. dan sesekali jisoo berkomentar kaget kepada ceritaku.tak terasa, ternyata kami sudah selesai saja. karena kami membersihkan sambil ngobrol sih jadi tak terasa! kulihat jam dari HPku, ternyata sudah jam 6!
oh ya ampun... tidak bisa sudah aku bertemu sehun hari ini... -_-jadinya aku langsung mengarah pulang saja karena tak tahu harus mencari sehun kemana.
di perjalanan pulang, aku mampir sebentar ke seven eleven untuk membeli soda. aku lelah sekali membersihkan WC bau itu, jadi aku ingin minum soda untuk menghilangkan dahagaku. sehabis dari seven eleven aku mengarah pulang dan aku melewati taman dimana aku merawat luka sehun. huh, aku jadi teringat sehun lagi deh...-_-
sungguh, aku rindu sekali kepada sehun saat ini... aku sangat ingin melihat wajahnya, atau mendengar suaranya saja juga sudah cukup. tapi yang pasti biarkan aku merasakan kehadirannya...
aku merindukan sehun sampai di titik dimana setiap nafas yang kutarik itu sakit sampai menyesakkan d**a. dan kurasakan air mataku menetes dan wajahku memanas.
sehun,.....sehun... harus bagaimana lagi agar kau memaafkan aku?
aku harus bagaimana lagi agar kau paling tidak mau bicara denganku?
apa yang harus kuperbuat...?
"hei! itu orangnya!" teriak seseorang yang kutahu pemilik suara itu adalah laki2 yang berada sejauh 10 meter
dariku kepada teman2nya.
dia berteriak begitu sambil menunjuk ke arahku. dan saat itu kutahu bahwa 'hei itu orangnya' yang dia maksud adalah aku.
insting melindungi diriku bilang bahwa aku dalam bahaya karena laki2 itu membawa 4 orang lainnya dan mulai berjalan ke arahku. sepertinya mereka seumuran denganku karena kulihat mereka memakai seragam, tetapi wajah mereka seperti orang 40 tahun! hoek jelek sekali! jadi makin rindu aku sama sehun... TT.TT
aku mulai berjalan cepat dan akhirnya aku berlari karena mereka mengejarku. aku berlari sambil sesekali aku menengok ke belakang. GHEEE?! Mereka masih mengejarku dan semakin dekat!
eh tunggu- rasanya aku pernah deh melihat seragam macam itu... tapi dari mana ya?hm.... coba kuingat2...ah! aku tahu! itu seragam itu sama dengan seragam irene (hanya saja ini seragam versi lelaki) seragam SMA DS! dan SMA DS itu adalah sekolahnya irene!
ukh, mereka itu pastinya suruhan irene mengingat aku menonjok hidung irene sampai berdarah... sekarang semua kata2 Han Bum kalau mereka akan mengincarku terbukti! huk! Aku menengok lagi ke belakang. lho? bukannya tadi mereka berjumlah 5 orang? kenapa sekarang tinggal 3 orang?
MUAHAHAHA! yang 2 orang lagi pasti sudah menyerah lantaran aku larinya cepat! kekeke (sekarang aku sangat kuat lari jarak jauh mengingat frekuensiku berlari tinggi semenjak mengenal sehun)
aku mengarahkan pandanganku lagi ke depan dengan puas. GHEEE?! aku langsung menge-rem kakiku berusaha untuk berhenti. ternyata yang 2 orang lagi ada di depanku! s**l, aku dijebak! mereka pasti memutar dari g**g sebelah dan mencoba menghadangku dari depan! bagaimana aku bisa begitu bodoh terjebak di daerah dekat rumahku sendiri!!?!!
oh hanna.. kau pasti mati sekarang....
"hahaha! mau lari kemana kau sekarang?!" kata seseorang dari mereka yang wajahnya mengingatkanku kepada gorila coklat.
"kh...." desahku.
kurasakan keringat membasahi dahiku. aku mulai merasakan bahaya, dan aku mulai mengingat2 tekhnik yang kupakai untuk berkelahi dengan adiku. siapa tahu saja berguna. uh.
"hahaha! mungkin aku akan memukulmu sekali dua kali sebagai pelajaran karena memukul irene kami yang cantik.." kata gorila coklat itu lagi. teman2nya cekikikan saja. si gorila coklat mulai mendekat dan aku memasang kuda2.
"khu khu khu! apa2an kau?! kau mencoba melawanku?"
"berisik dasar kau bau..." balasku kepadanya.
aku tak tahu kenapa kata2 ini bisa keluar dari mulutku. padahal aku tahu apa resikonya kalau membuat gorila ini makin marah... tapi kalian tahu sendiri kan temper-ku tinggi... -_-
"apa katamu?!" kata si gorila coklat sambil mengayunkan tangannya berusaha menamparku. sebelum dia bisa melakukan itu, kutarik nafas dan kutahan di perut.
lalu aku berteriak "HIAAAAAAHHH!" sambil melempar kepalan tanganku ke wajahnya.
bulls eye! dan itu mengenai pas di mata kanannya sedetik sebelum dia berhasil menamparku. dan dia oleng ke belakang sambil memegang matanya. sebelum dia terjatuh temannya menangkapnya. teman2 gorila coklat shock dengan mulut terbuka.
dan bisa kudengar salah satu dari mereka bergumam "oh my God..." sambil menutup mulutnya tak percaya.
ohohohoho! aku hebat! aku hebat!
mereka kembali sadar dan menyerbu ke arahku. aku memasang kuda2 lagi dan membiarkan instingku berjalan untuk mengubur rasa takutku. salah satu dari mereka menyerbuku dengan tangan
terbuka bersiap2 untuk menangkapku dan berteriak "HIAAAAAAAA!!!" dengan ekspresi seperti kuda liar. aku ngeri dan jijik sekali melihat ekspresinya, dan aku langsung berjongkok saat dia menyerbuku.
karena tindakan jongkokku yang tiba2 dan tak terduga, dia tersandung dengan tubuhku yg sedang berjongkok dan akhirnya terjatuh telungkup. tulang kering kuda liar itu mengenai kepalaku yang membuatku terjengkang ke belakang dengan posisi terduduk. dan itu sakitnya setengah mati!
2 orang lagi menyerbu ke arahku. satu dari depan dan satu dari belakang. orang di depan menyerang ke arahku dan berusaha menendangku,aku menutup telingaku dengan kedua tanganku dan berteriak "TIDAAAKKK!" dan, +BUAKKKHHH!!!!!!+
aku langsung menghentakkan kakiku sekuat tenaga ke 'mutiara hidupnya'. dia langsung memegang 'mutiara'nya sambil mengerang kesakitan.
orang dari belakang mengunci gerakanku dengan memitingku dengan lengannya.
sekuat2nya aku, tak mungkin aku lebih kuat dari cowok berbadan besar ini. gorila coklat dan juga temannya kembali sadar dan langsung menyerbu ke arahku lalu memegang kakiku sampai aku tak bisa menggerakkan kakiku bahkan 1 inci-pun. mereka menekan kepalaku di tanah, dan pipiku sakitnya bukan main saat kerikil menekan masuk ke pipiku.
aku sudah tak bisa bergerak dibuat mereka. aku kehabisan stamina karena melawan 5 orang ini dan terlalu letih berlari.mereka sadar aku sudah melemah, dan mereka memaksaku untuk berdiri dengan satu orang masih memitingku dari belakang untuk berjaga2 supaya aku tidak kabur.
"a- apa mau kalian...?" tanyaku sambil berusaha mengatur nafasku.
"mau kami...? hahaha, coba kupikirkan dulu. tentu saja kami akan membawamu kepada irene dan kami akan menghajarmu mati2an di depannya sampai dia merasa puas!" jawab gorila coklat yang mata sebelah kanannya berwarna ungu akibat lebam dari tonjokkanku.
"dasar pengecut! beraninya keroyokan! padahal kaliancuma mau menculik seorang gadis!"
"tutup mulutmu!" kata si gorila coklat dan dia menamparku kencang sekali.
kepalaku sakit dan kupingku berdengung saking kencangnya tamparan si gorila coklat ini.
"dasar berengsek! memangnya kalian itu anjingnya irene sampai rela menurutinya begitu?!" teriakku
"lebih baik rapatkan mulutmu atau kutampar lagi kau." kata si gorila coklat. dan akutahu dia sungguh2.. aku menangis. karena pipiku panas sekali, kepalaku sakit, dan kupingku berdengung karena tamparan si gorila coklat ini.
tamparannya masih terasa sampai sekarang. tapi yang paling menyesakkan bukan karena dia menamparku, tapi karena tidak berdayanya aku sekarang ini.aku menangis sambil menundukkan kepalaku, setidaknya aku tak ingin 5 orang ini melihatku menangis.
saat kupikir aku bisa menahan air mataku, aku mengangkat kepalaku untuk membunuh 5 orang gila ini dengan tatapan membunuhku.saat aku mengangkat kepalaku, kulihat........
Sehun .............?
kulihat dari sudut mataku sehun terdiam kaku seperti patung. ekspresinya menunjukkan dia amat terkejut melihatku yang sedang dibekap oleh 5 orang berbadan besar tak dikenal. tak berapa lama, sehun memandangku dengan tatapan dingin lagi dan dia membalikkan tubuhnya lalu berjalan menjauh seolah tak peduli.
bagaimana bisa dia mengacuhkanku dalam keadaan begini?! teganya dia! aku mulai menagis lagi.hatiku sudah cukup sakit mengingat usahaku untuk mengejarnya beberapa hari ini sia2.. tapi mana boleh dia diam saja melihatku dalam situasi seperti ini?!
sebegitu bencinya dia terhadapku bahkan dia sampai hati membiarkan aku mati di tangan 5 makhluk bau ini? hatiku sakit sekali melihatnya mengacuhkanku di saat dimana hanya dia yang bisa menyelamatkanku..
ini rasa sakit yang paling menyakitkan dari segala rasa sakit... rasa dikhianati....... dikhianati oleh orang yang paling kita cintai.....
tidak hanna !kau tak boleh menyerah! ini giliranmu mengejarnya agar dia beralih lagi kepadamu sudah sepantasnya sehun bersikap begitu terhadapku, karena aku yang mengkhianatinya duluan!
"SEHUNNNNNN!!!!" teriakku.